Analisis Penerapan Prinsip Arsitektur Ramah Lingkungan pada Restoran Segara Bambu di Denpasar

Authors

  • Made Ratna Witari Universitas Ngurah Rai, Indonesia
  • I Made Dedi Suardika Universitas Ngurah Rai, Indonesia

Keywords:

arsitekktur ramah lingkungan, konstruksi bambu, bangunan restoran, iklim tropis

Abstract

Isu lingkungan dalam sektor bangunan mendorong perlunya pendekatan arsitektur yang lebih responsif terhadap konteks iklim dan penggunaan sumber daya. Dalam konteks bangunan komersial di kawasan tropis, restoran menjadi tipologi yang relevan untuk dikaji karena intensitas aktivitas dan potensi konsumsi energi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan pada bangunan Restoran Segara Bambu di Denpasar melalui empat aspek utama, yaitu material, energi, air, dan kesehatan lingkungan dalam ruang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung serta analisis elemen fisik bangunan berdasarkan kerangka teori arsitektur ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan ini menerapkan strategi pasif sebagai sistem utama, terutama melalui penggunaan material bambu sebagai struktur dominan, optimalisasi ventilasi dan pencahayaan alami, pengolahan tapak yang mendukung penyerapan air hujan, serta pengaturan zonasi ruang yang menunjang kenyamanan termal, visual, dan akustik. Sistem buatan digunakan secara selektif sesuai kebutuhan fungsi ruang, seperti pada dapur dan ruang rapat, namun tidak menjadi sistem operasional utama. Secara keseluruhan, bangunan restoran ini menunjukkan penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan yang lebih dominan pada aspek material dan strategi pasif iklim tropis, sementara sistem teknis berperan sebagai pendukung operasional. Temuan ini menunjukkan bahwa perpaduan antara desain yang responsif terhadap iklim dan penggunaan sistem teknis secara selektif mampu mendukung kenyamanan pengguna secara optimal.

References

Arento, P. A., & Satwikasari, A. F. (2023). Kajian Konsep Arsitektur Hijau pada Bangunan Pendidikan. Purwarupa: Jurnal Arsitektur.

Frick, H., & Suskiyatno, B. (2007). Dasar-dasar Arsitektur Ekologis. Yogyakarta: Kanisius.

Hermawan. (2014). Pengaruh ventilasi alami terhadap kenyamanan termal pada bangunan di iklim tropis. Jurnal Permukiman, 9(2).

IEA. (2022). Buildings Sector-Tracking Clean Energy Progress. International Energy Agency.

INBAR. (2019). Bamboo for sustainable development. International Network for Bamboo and Rattan.

Janssen, J. J. A. (2000). Designing and Building with Bamboo. Eindhoven University of Technology.

Kibert, C. J. (2016). Sustainable construction: Green building design and delivery (4th ed.). John Wiley & Sons.

Mustafa, M. (2024). Penerapan Prinsip Arsitektur Hijau pada Desain Permukiman Ramah Lingkungan di Perkotaan. Jurnal Cahaya Mandalika.

Putra, I. G. N. A., & Wijaya, I. M. S. (2019). Strategi desain arsitektur tropis pada bangunan komersial di Bali. NALARs, 18(2).

UNEP. (2023). 2023 Global Status Report for Buildings and Construction. United Nations Environment Programme.

Wibowo, A., & Prijotomo, J. (2018). Evaluasi bangunan berwawasan lingkungan melalui pendekatan performatif. Dimensi Arsitektur.

World Green Building Council. (2014). Health, wellbeing and productivity in offices.

Published

2026-02-28

How to Cite

[1]
Witari, M.R. and I Made Dedi Suardika 2026. Analisis Penerapan Prinsip Arsitektur Ramah Lingkungan pada Restoran Segara Bambu di Denpasar. Jurnal Anala. 14, 1 (Feb. 2026), 55–65.

Issue

Section

Articles

Citation Check

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 

You may also start an advanced similarity search for this article.